Para frater identik dengan pemuda berjubah. Memang jubah tidak hanya busana bagi mereka tetapi sebuah panggilan hidup. Namun menjadi seorang frater, banyak aspek yang diolah dan dibina. Apa saja aspek itu? Ah, pasti tidak segampang panggilan anak OMK di Paroki, frat! hehe.

Pembinaan seorang calon imam meliputi tiga aspek utama yaitu manusiawi, kristiani dan religius. Pembinaan manusiawi ialah pembinaan diri seorang calon imam agar ia menyadari dirinya sebagai seorang manusia dengan segala kelebihan dan keterbatasannya, kecenderungan-kecenderungan manusiawi. Selain itu ia juga mengenal diri dan sesamanya. Ya no man live alone in a land, kata pepatah. Manusia adalah mahluk sosial, maka perlu juga mengembangkan aspek kepekaan, kepedulian dan sebagainya.

Sedangkan aspek Kristianitas ialah aspek yang erat kaitannya dengan pengajaran dan teladan Kristus. Yesus mengajarkan tentang cinta kasih, murah hati, belarasa dan sebagainya. Aspek pertama dan kedua ini erat kaitannya, entah sebagai awam maupun sebagai seorang frater dan imam.

Aspek terakhir ialah religius. Seorang frater dibalut dengan jubah putih. Ia menghayati ketiga kaul yaitu kaul kemurnian, ketaatan dan kemiskinan. ketiga kaul ini ialah nilai injil demi mendekatkan diri dengan Yesus yang memanggil mereka. 

Maka dari pembinaan seperti itu, para frater tidak hanya berdoa saja. Para frater mengolah tiga H (Head, Hand dan Heart: otak, keterampilan dan hati). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here