Kamu pernah menjadi saksi atau memberi kesaksian? Saya sering menjadi saksi yaitu melihat kamu lagi tersenyum. Haha.

Suatu kali saya mendengar kesaksian pribadi, pengalaman iman seorang kristiani, tetapi ketika di check dengan kehidupannya, kesaksiaanya yang berapi-api tidak sesuai dengan hidupnya.

Ada juga yang tidak banyak berkata-kata, namun semua orang tahu siapa dia dulunya, kumudian dia berubah dan banyak melakukan banyak kebaikan. Nah siapa yang memberi kesaksian sebenarnya?

Kesaksian adalah mewartakan kebenaran. Dalam hukum, peran saksi sangat penting dalam penyelesaian perkara. Ia menyampaikan fakta kebenaran. Tetapi, bagaimana dengan kesaksian iman?

Umat Kristiani akrab dengan kata kesaksian ini, kesaksian iman. Hari ini pun kita mendengar kesaksian iman seorang kerasukan setan. Setelah sembuh, “orang itu pergi dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala hal yang telah diperbuat Yesus atas diri-Nya”. (Mrk 5:20)

Apa sebenarnya kesaksian itu? Apakah kesaksian itu menceritakan dan membanggakam diri ataukah membanggakan Tuhan?

Kita lihat, inti dari kesaksiaan orang kerasukan setan ialah adalah perubahan hidupnya. Banyak orang mengenal siapa dia sebelumnya, seorang gila. Ketika sembuh oleh Yesus, ia menjadi pribadi yang misioner.

Apa yang dikatakannya, menjadi kekaguman bagi banyak orang karena orang tahu hidupnya. Ia kemudian memberikan kesaksian atas pengalaman rohaninya itu.

Jadi bagi orang kristiani, kesaksian pribadi juga merubakan bagian dari pewartaan. Orang Kristiani dipanggil untuk bersaksi. Dan kesaksian itu adalah pengalaman akan Tuhan dan perubahan hidup.

Sedangkan kesaksian orang kristiani di tengah masyarakat adalah menunjukan kebaikan dan melawan dosa atau kejahatan. Dia bisa bersaksi jika hidupnya bersama dengan Tuhan, mengalami kasih, dan kebaikan. Demikian juga mereka yang tidak mengalami kasih dalam hidup, susah memberikan kesaksian yang baik.

Apakah kamu seorang Kristiani yang mau bersaksi? Apa pengalaman akan Tuhan dan apa yang kamu lakukan? Bersaksilah akan hal yang baik, bukan kejahatan! Bersaksilah tentang Karya Tuhan, bukan kehebatan diri!

Ita missa est!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here