Palangkaraya : Misa penutupan pertemuan Pastoral Keuskupan Palangkaraya dipimpin oleh Mgr. Paulinus Yan Olla MSF (Uskup Keuskupan Tanjung Selor). Turut hadir juga Mgr Aloysius Sutrisnaatmaka MSF, Uskup Keuskupan Palangkaraya Sendiri.

Untuk mencapai pembaharuan diri, diperlukan keterbukaan terus menerus dari kesetiaan pada Yesus Kristus. Yesus setia pada perutusan Bapa-Nya. Kesetian Yesus pada pertutusan selalu terarah pada keselamatan manusia. Kita juga dituntut untuk setia pada komitmen Keuskupan dengan segala pertimbangan yang mendahuluinya.

Mgr. Aloysius Sutrisnaatmaka MSF menyerahkan bingkisan kepada Mgr Paulinus Yan Olla MSF yang menjadi nara sumber pertemuan pastoral keuskupan Palangkaraya

Baca Juga : Spiritualitas Imamat dalam Pelayanan Pastoral

Hal tersebut dikatakan Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF dalam homili Misa penutupan Rekoleksi Pastoral para Imam, Frater, Bruder se-Keuskupan Palangka Raya, 10-11/02/2020. Rekoleksi ini juga menjadi persiapan bagi pembaharuan Janji Imamat yang akan dilakukan pada tanggal 14 Februari 2020 di gereja Katedral Palangka Raya.

Lebih lanjut, Uskup Tanjung Selor ini mengajak para Imam, Frater dan Bruder untuk belajar pada Yesus. Injil memperlihatkan pembaharuan yang dilakukan oleh Yesus. Semua ini dilakukan Yesus demi keselamatan manusia, bahwa manusia lebih tinggi dari pada hukum.

Mgr Trisno MSF dan para imam, frater Keuskupan Palangkara sedang mengikuti misa penutupan Perpas di Aula Magna Keuskupan

“Tradisi yang membelenggu diputuskan oleh Yesus agar rahmat Tuhan dapat sampai kepada manusia yang memerlukan. Rahmat itu ada pada Tuhan, bukan pada ritu-ritus tersebut,” ujar Monsignor.

Pada kesempatan ini, Uskup Palangka Raya, Mgr. AM. Sutrisnaatmaka, MSF mengucapkan terima kasih atas kesediaan Mgr. Paulinus, MSF untuk memberi pembekalan dan bahan-bahan refleksi bagi para Pastor, Frater, bruder se-Keuskupan Palangka Raya.

“Pembekalan dan bahan-bahan yang diberikan semakin meneguhkan panggilan Imamat para Imam. Semua ini juga menjadi bahan persiapan pembaharuan Janji Imamat nanti,” ungkap Uskup Palangka Raya.

Diakhir Homilinya, Mgr. Paulinus berharap agar dengan pembaharuan Janji Imamat nanti, cinta dan syukur atas rahmat tahbisan semakin bertumbuh. Dengan itu, para imam memdapat tenaga yang segar untuk mewartakan pengampunan dan belas kasih Allah yang berlimpah bagi manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here