Oleh Fr. Babtista Abi MSF

Renungan Harian : Rabu, 29 Januari 2020

Bacaan Kitab Suci :

  • Bacaan I : 2 Sam 7:4-17
  • Bacaan Injil : Mrk 4:1-20

Para Pembaca yang terkasih dalam Kristus, Salam dalam keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yosef untuk anda yang telah setia dalam iman.

Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini, mengingatkan kepada kita supaya Firman Tuhan harus berbuah melimpah lewat hidup kita setiap hari. Bacaan I dari 2 Sam 7:4-17 mengisahkan tentang Tuhan yang bersabda kepada Natan untuk mengingatkan Daud (ay. 4-5).

Tuhan menyatakan bahwa kasih setia-Nya tidak akan hilang dari keturunan Daud (ay. 15) dan keluarga serta kerajaan Daud akan kokoh selamanya (ay. 16). Secara tersirat, Tuhan meminta Daud dan keturunannya (termasuk umat Israel) untuk setia kepada-Nya.

Dalam bacaan Injil Mrk 4:1-20, kita mendengar tentang Tuhan Yesus yang mengajar orang banyak melalui perumpamaan tentang seorang penabur yang menabur benih (ay. 3-8). Di bagian akhir dari kisah itu, Tuhan menjelaskan tentang arti dari perumpamaan yaitu penabur itu menabur Firman. Dan tentang situasi tempat benih jatuh, menggambarkan tentang situasi bagaimana orang menerima Firman Tuhan yang sampaikan oleh si penabur.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Perumpamaan ini mengingatkan kepada kita, bagaimana kita seharusnya bertindak dan menerima Firman Tuhan. Injil hari ini secara jelas memperlihatkan bahwa kita harus menyambut Firman Tuhan dan mengamalkannya.

Firman Tuhan yang kita dengar dan kita tahu hendaknya diresapi dan berbuah dalam hidup kita setiap hari. Firman Tuhan itu harus berbuah melimpah lewat diri kita. Sebab Tuhan sendiri telah menunjukkan kepada kita lewat hidup, sengsara dan kebangkitan-Nya sendiri.

Sebagai murid-murid Tuhan, kita mungkin mendengar Firman Tuhan setiap hari, atau minimal seminggu sekali. Bisa juga telah kita ketahui dari mendengar atau membaca. Tetapi apakah Firman Tuhan itu kita sambut dan berbuah secara konsisten dalam hidup kita? Jangan-jangan kita hanya menyambut firman Allah tetapi tidak berbuah? Atau berbuah tetapi hanya sebentar lalu hilang?

Kita mungkin akan mengalami banyak kesulitan. Juga mungkin mengalami jenuh dan putus asa. Firman Tuhan seolah tidak berbuah bagi orang banyak. Masalah semakin banyak, dll.

Kesulitan-kesulitan ini bukanlah sesuatu yang jahat dari Tuhan melainkan merupakan proses pemurnian dari hidup beriman kita untuk mengalami kasih Tuhan secara penuh. Yang paling penting adalah berusahalah setia dalam iman dan menyerahkan hidup seluruhnya pada Tuhan.

Semoga berkat Tuhan selalu melimpah atas hidup dan perjuangan anda sekalian.
Salam Yesus, Maria, Yusuf.

(Fr. Babtista Abi MSF sekarang Tingkat IV di STFT WS Malang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here