Tidak mudah mengampuni orang yang sudah melukai hati kita. Tetapi sesulit apapun, mengampuni adalah cara dan obat untuk menyembuhkan diri yang terluka. Ada beberapa alasan.

Pertama, pengampunan adalah hadiah terbaik untuk diri kita. “Hal termulia yang bisa kita berikan kepada diri kita sendiri adalah pengampunan” (Maya Angelou). Mengampuni itu seperti ‘melepaskan ikan yang nyangkut di kail atau jala’. Mengampuni berarti melepaskan diri dari kail kecewa, marah, sakit hati.

Kedua, pengampunan adalah sebuah kekuatan. “Orang lemah tidak mau mengampuni. Mengampuni adalah kharater orang kuat” (Mahatma Gandhi). Mengampuni orang lain bukan berarti kita lemah. Mengampuni adalah tanda bahwa kita kuat, karena hanya orang kuat yang memilih untuk menjadi bahagia lewat pengampunan.

Ketiga, pengampunan adalah tanda cinta. “Orang yang tidak mampu untuk memaafkan adalah orang yang tidak mampu untuk mencintai” (Martin Luther King). Ada hal yang baik di dalam keburukan dan ada hal jahat di dalam kebaikan. Cintailah hidup kita dengan cara membuang racun yang memenjarakan jiwa kita.

Keempat, dengan mengampuni, kita merasa damai. “Jika kamu sedikit memaafkan, kamu akan memiliki sedikit kedamaian. Jika kamu banyak memaafkan, kamu akan memiliki banyak kedamaian. Jika kamu memaafkan dengan sempurna, kamu akan memiliki damai yang sempurna” (Ajahn Chah). Melepaskan diri dari rasa benci dan dendam akan membuat pikiran dan hati damai. Saat kita memutuskan untuk mengampuni, saat itu juga momen kebahagiaan sedang memasuki ruang hati dan hidup kita.

Kelima, ketika kita mengampuni, kita akan diamuni. Ini hukum alam. Kita mendapatkan apa yang kita berikan. Kita menuai apa yang kita tanam. Dan karena kita semua adalah manusia yang bisa melakukan kesalahan, maka semakin kita mengampuni kesalahan orang, orang juga akan mengampuni kita, saat kita melakukan kesalahan. Ampunilah, maka kamu akan diampuni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here