Tanggal 10 Oktober 2020 menjadi peristiwa bersejarah bagi Gereja Katolik terutama bagi Kaum Muda Katolik seluruh dunia, karena pada tanggal itu seorang pemuda yang meninggal 14 tahun lalu, dalam usia 15 tahun (1991-2006), akan dibeatifikasi oleh Paus Fransiskus menjadi seorang Beato.

Pemuda milenial itu adalah Venerabilis “Muda” Carlo Acutis. Membaca perjalanan hidupnya,  saya mendapatkan pesan yang sangat berharga untuk kehidupan rohani saya  sebagai seorang imam dan seorang Katolik.

Lebih daripada itu, kehidupan rohani seorang Venerabilis “muda” Carlo Acutis menjadi pesan berharga bagi seluruh umat Katolik secara khusus Kaum Muda Katolik seluruh dunia untuk mencintai Ekaristi secara benar, sungguh-sungguh dan taat. Berikut ini saya ringkas keutamaan hidup pemuda suci ini : 

Pesan Pertama; Mengunjungi Yesus Di Dalam Gereja.

Ketika masih kecil hingga remaja, setiap kali melakukan perjalanan bersama kedua orang tuanya dan ketika melihat ada gereja Katolik, Carlo selalu masuk ke dalam gereja untuk mengunjungi Yesus, mencium salib Yesus dan meletakkan bunga di bawa kaki salib.

Kebiasaan Carlo ini pada gilirannya mempertobatkan kedua orang tuanya untuk kembali dan rajin mengikuti misa secara aktif dan berdoa rosario. Kecintaan dan iman yang teguh pada Yesus membuahkan pertobatan bagi ayah dan ibunya. Bahkan buah dari pertobatan itu,  sang ibu menjadi seorang Katekis yang sangat aktif.

Pesan Kedua; Ekaristi Untuk Menyucikan Diri Dan Bukan Untuk Memuaskan Diri

Venerabilis “Muda” Carlo Acutis pernah mengungkapkan :

“Kalau orang berada di bawa sinar matahari, kulitnya akan terbakar. Tapi kalau orang berada di hadapan Yesus Ekaristi, dia akan menjadi suci.”

“Ekaristi, jalan tolku menuju ke Surga”, tegasnya. 

Artinya Ekaristi pertama-tama adalah perjumpaan pribadi dengan Yesus yang melahirkan pertobatan sebagai jalan menyucikan diri, bukan untuk memuaskan diri atau keinginan pribadi, seperti kebanyakan dari kita yang menuntut Ekaristi harus dengan beberapa alat musik seperti band, nyanyian harus meriah atau kotbah para pastor harus banyak diisi dengan cerita lucu dan humor.

Pesan Ketiga; Diary Harian

Kebanyakan dari kita, mungkin hampir atau tidak pernah menuliskan pengalaman harian, termasuk segala usaha kita untuk memperbaiki diri kita. Walaupun harus diakui sejatinya diary harian menjadi pengingat bagi kita akan pengalaman iman harian dan usaha untuk membangun pertobatan.

Venerabilis “Muda” Carlo Acutis memperlihatkan kepada kita betapa penting dan bernilainya diary harian sebagai catatan pengalaman iman termasuk usaha untuk memperbaiki hidupnya.

Pesan Keempat; Keindahan Jiwa Yang Mencintai Allah Dan Sesama

Venerabilis “Muda” Carlo Acutis pernah menulis demikian:

Mengapa manusia lebih peduli pada kecantikan tubuhnya, tetapi tidak peduli dengan keindahan jiwanya sendiri. Hidup itu sungguh indah hanya ketika kita dapat mencintai Allah di atas segala sesuatu dan mencintai sesama seperti diri sendiri.”

Pesan Kelima; Media Sosial Instrumen Mewartakan Ekaristi

Kedekatannya pada Allah dan kecintaannya pada Ekariti menggerakan Carlo Acutis untuk mewartakan berbagai mujikzat Ekaristi yang pernah terjadi di dunia dan beberapa diantaranya pernah ia kunjungi.

Instrumen yang digunakan untuk mewartakan mujikzat Ekaristi di seluruh dunia adalah website yang dibuatnya: miracolieucaristici.org: “Miracle List: The Eucharistic Miracle Of The World.”

Ini pesan yang sangat penting bagi kita semua terutama Orang Muda Katolik bahwa media sosial pertama-tama adalah sarana untuk mewartakan iman dan bukan sekedar mewartakan diri sendiri atau hanya sekedar online games yang dicari.

Pesan Keenam; Kata-kata Rohani Venerabilis “Muda” Carlo Acutis

“Ma, aku ingin keluar dari rumah sakit ini. Aku tahu bahwa aku akan keluar dalam keadaan tidak hidup. Tetapi aku akan mengirimkan tanda agar kalian tahu aku telah berada di tempat yang indah. Aku meninggal bahagia ma, karena aku tidak pernah menghabiskan waktu hidupku untuk hal-hal yang menyedihkan hati Yesus.

“Aku mempersembahkan semua penderitaanku pada Tuhan demi Gereja dan Bapa Paus. Aku tidak ingin pergi ke api penyucian. Aku ingin pergi langsung ke surga.” (Kata-kata yang selalu diungkapkan menjelang kematiannya).

Semoga kita semua terutama Orang Muda Katolik yang saat ini sedang menghadapi revolusi industri 4.0 yang berdampak juga pada penghayatan iman kita pada Ekaristi, sungguh menjadikan semangat dan keteladanan Venerabilis “Muda” Carlo Acutis untuk mencintai Ekaristi dan doa Rosario.

Mencintai Ekaristi dan mengikuti misa kudus dengan kesadaran yang penuh bahwa Yesus yang hadir dan ada dihadapanku dan tinggal di dalam hatiku. Mencintai Maria yang peduli pada kita dan taat kepada kehendak Allah.  Untuk sampai ke Putranya jalan termudah adalah berjalan bersama Maria sang Bunda penuh rahmat.

——-

Sumber: berbagai sumber youtube yang mengisahkan perjalanan iman dan hidup Venerabilis “Muda” Carlo Acutis.

———

Penulis : RP. Tuan Kopong MSF
Editor : P. Tarsy Asmat MSF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here