Komisi Panggilan Keuskupan Malang mengadakan Live In panggilan para pastor, frater, bruder dan suster di Dekenat Selatan, Malang. Tiga Paroki di dekenat ini yang menjadi tempat Live In para biarawan dan biarawati adalah Paroki Maria Tak Bernoda Kepanjen, Paroki Maria Annunciata, Lodalem dan Paroki Ratu Damai, Purworejo.

PesertaLive In di Paroki Maria TakBernoda Kepanjen

Pada Kegiatan Live In, Skolastikat MSF Malang mengutus beberapa frater yaitu Fr. Batista MSF, Live In di Paroki Maria Tak Bernoda Kepanjen, Fr. Andri MSF dan Fr. Melki MSF,  Live In di Paroki Maria Annunciata Lodalem sedangkan Fr. Agus MSF, Live In di Paroki Ratu Damai Purworejo.

Kegiatan Live Ini pun menjadi tanggapan nyata Pernyataan Paus Fransiskus untuk Hari Doa Panggilan Sedunia ke-56 pada 12 Mei 2019 : “Berani Ambil Resiko bagi JanjiTuhan”. Tujuan live in ini ialah menumbuhkan benih-benih panggilan sebagai pastor, frater, suster maupun bruder bagi kaum muda di wilayah Dekenat Selatan Malang. Karena itu, peserta Live In pun menjalani Kegiatan Live In Panggilan di rumah-rumah umat di tiga Paroki yang telah ditentukan.

Hal ini bermaksud untuk memudahkan para peserta Live In melakukan “promosi” panggilan langsung ketengah keluarga. Tentunya banyak cerita suka dan duka serta pengalaman-pengalaman unik yang dialami oleh para peserta Live In.

Berdasarkan sharing yang dibagikan bersama oleh parapeserta Live In, banyak hal bermakna yang mereka peroleh dari pengalaman terjun langsung dalam kehidupan umat. Sedangkan umat pun sangat terbantu dan senang karena para Pastor, Frater, Bruder dan Suster hadir di tengah-tengah mereka, seperti “Gembala yang hadir dan menggembalkan domba-domba-Nya”.

Harapannya, melalui kegiatan Live In ini, semakin banyak kaum muda-mudi membuka diri mereka untuk “Berani Ambil Resiko bagi Janji Tuhan”, terpanggil menjadi para pelayan di Kebun Anggur-Nya.

Selain itu kita berharap agar kaum muda peka mendengarkan suara-suara Tuhan yang hadir melalui hal-hal sederhana. Kepekaan ini dapat diasah pertama-tama melalui keluarga sebagai pembinaan iman pertama bagi anak-anak. Untuk itu, keluarga berperan penting bagi pembinaan iman anak-anak sekaligus membantu mereka untuk berani dalam menjawab panggilan Tuhan.

Penulis: Fr. Adrianus Tandiayu, MSF, Frater tingkat II di STFT Widya Sasana Malang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here