Ada komunitas baru, namanya KPDS (komunitas peduli Dapur Seminari). Seperti apakah mereka?

Imam dan umat harus bermisi bersama itulah semangat komuniter gereja untuk mewartakan kabar baik di tengah dunia ini. Kerjasama itu terjalin tidak hanya dalam pastoral dan pelayanan tetapi juga menyediakan tenaga khusus untuk pastoral Gereja seperti para imam.

Kalau melihat sejarah pendirian sebuah kongregasi juga, Dorongan Roh Allah selain menggerakan Pendiri setiap kongregasi  juga menggerakan banyak orang bermurah hati dan tulus ikan untuk mewujudkan pendirian sebuah kongregasi. Hal yang sama juga terjadi pada sejarah pendirian Kongregasi MSF.

Rumah Grave di Belanda merupakan tempat awal pembinaan para misionaris MSF oleh Pater Jean Berthier. Dulu, untuk membangun SDM di Grave ini, P. Jean Berthier tidak sendirian. Sekelompok umat peduli pada karyanya. Tak ayal, dari Grave, karya Pater Berthier berkembang dan kemudian ia mengirim misionaris ke penjuru dunia.

Pater Berthier sendiri berpesan agar rumah seperti Grave didirikan di tanah misi dimana para MSF berada dan berkarya. Memang begitu! Di Kalimantan ini ada “anak dari Grave” yakni Seminari Johaninum. Johaninum dibangun pada tahun 1996. Kini usianya 22 tahun, sepantaran dengan batas atas usia generesi Z. Uniknya juga pada usianya yang ke 22 ini, seminaris Johaninum dihuni oleh 23 orang dari generasi Z. Jumlah yang paling banyak dari angkatan-angkatan sebelumnya.

Para Seminaris di Seminari Johaninum

Seperti Grave pertama, Seminari Johaninum juga tidak terlepas dari keterlibatan umat yang peduli padanya. Beberapa umat Katolik di Banjarmarmasin membentuk kelompok yang disebut Peduli Dapur Seminari. Mereka ini menyumbang makanan ke Seminari Johaninum setiap hari Senin dalam pekan. Sebulan sekali juga mereka makan bersama dengan para seminaris untuk mengenal dan mendukung calon imam.

Aksi mereka ini tentu saja patut diapresiasi dan ditiru oleh mereka yang mendukung karya misi Gereja. Memang partisipasi umat dalam pendidikan imam sangat diharapkan oleh rumah pendidikan calon imam. Toh kelak juga imam hasil dari proses pendidikan itu sendiri akan kembali melayani umat.

Selain itu, sejak konsili Vatikan II, keterlibatan umat untuk menggereja terus di dorong, termasuk terlibat mendukung pendidikan calon imam. Peran besar umat sangat membantu perkembangan misi Gereja dan panggilan untuk menjadi imam, biarawan dan biarawati.

Harapan yang sama juga terus didaras dalam doa para MSF yang sedang membangun rumah pendidikan, baik untuk Rumah Studi Pranovisiat di Banjarbaru, maupun untuk rumah studi para frater di Malang.

Semoga banyak orang terlibat dalam komunitas seperti ini untuk membangun Gereja dan mendukung karya para misionaris mewarta injil ke seluruh dunia.

Kelompok Peduli Dapur Seminari Johaninum Foto Bersama dengan P. Geby MSF dan Para Seminaris Johaninum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here