Refleksi ini saya ungkapkan dalam sebuah kerinduan terdalam yakni “aku ingin hidup dan mati bersama Orang Muda Katolik”. Ini bukan ungkapan spontan dan terkesan gara gara saja. Jujur, pada saat ini saya begitu merindukanmu. Rindu bukan karena saya kesepian, atau sendirian, melainkan ketika saya membatini ungkapan di atas.

Album terbaru lagu rohani orang muda karya P. Geby dan OMK Banjarmasin

Orang Muda Harapan Gereja

Saya rindu berbagi cerita dengan kalian. Cerita tentang harapan dan kegembiraan, suka-duka dan kecemasan bersama bersama orang muda. Kawan, aku rindu juga Rindu untuk berbagi cerita denganmu tentang hidup dan panggilan dalam Gereja dan masyarakakat yang kian hari kian mendapat tantangan, baik dari luar maupun dari dalam termasuk dalam diri orang muda itu sendiri.

Ketika saya melihat Orang Muda Katolik  yang dengan sadar mau mengikuti misa, melayani, berdoa, berkumpul, doa rosario, pendalaman iman, katekese, terlibat dan berinteraksi dengan masyarakat, koor, jaga parkir, rekoleksi, mau meneteskan keringat demi gereja dan lain-lain, dalam hatiku berguman “Gereja akan terus maju dan berkembang bersama Orang muda. Gereja pasti maju.”

Akan tetapi ketika saya melihat  pemandangan lain: para sahabat muda duduk dalam tatapan kosong, asik main game, lari dari masalah keluarga, berontak terhadap konflik keluarga,  mati rasa peka terhadap sesama di sekitarnya, semangat hidup: mati segan, mati tak  mau.

Orang muda yang seruput kopi dalam kehampaan rasa, orang muda malas misa, malas koor, malas dalami kitab suci, malas kegiatan komunitas, malas mendalami pengatahuan dan ajaran iman, orang muda yang melarikan diri dari tanggungjawab yang diberikan gereja. Rasanya saya ditantang untuk segera berbuat sesuatu demi imanmu. Menyasikan semua itu,  saya lantas bertanya dalam miris: “apakah Orang Muda bisa menjadi Masa depan Gereja jika masa kininya dijalani seperti itu?”

Pertanyaan ini muncul dari kesadaran terdalam bahwa masa depan Gereja ada pada Orang Muda.  Cara Orang Muda menjalani masa kini juga menentukan masa kini Gereja. Pastikanlah bahwa saat ini sahabat muda sedang mendesign masa depanmu dengan baik. Gereja akan baik jika masa kini dan masa depanmu baik. Begitu juga gereja akan babak belur jika masa kini dan masa depanmu kacau balau.

Album baru dari P. Geby Ama Maing MSF

Sahabat muda, saya tau bahwa dalam pelayanan ini terkadang saat tertentu kita semangat, di saat lain kita kurang semangat. Kadang punya komitmen  yang bernyala terang, tapi kadang juga redup dan nyaris padam. Kadang ingin total tetapi kadang juga suam-suam kuku dan akhrinya setengah mati dan bahkan mati total. Ini yang saya temukan.

Ketika krisis dan persoalan menerpamu,sebagian mulai pelan pelan mundur. Sebagaian  akhinya perlahan dengan tenang mencari alasan dan berkata: “aku tidak ingin melayani lagi”.  Aku ingin sendiri saja. Aku mau fokus kerja. Aku mau fokus studi dan mungkin ada yg memilih aku  mau fokus pada hobi pribadiku saja. Bahkan ada yg tidak tau mau berbuat apa.

Tidak apa apa. Di bawah Pohon Mangga satu ini ingin kukatakan bahwa ternyata mengasihimu seperti membunuhku. Yah ini yg terjadi padaku.

Christus vivit

Sahabat mudaku, diakhir refleksiku ini saya ingin mengatakan kepadamu: ingatlah selalu bahwa  ujian dalam pelayanan bersama orang muda memang tidak gampang. Itulah sebabnya terkadang orang bisa menyerah dan mundur. Akan tetapi mari kita sadari, bahwa pelayan bahagia adalah orang yang siap bahagia dalam segala situasi. Termasuk ketika merasa seperti tidak dihargai dan bahkan ditolak tidak hanya oleh pastor, tidak hanya oleh orang tua, tetapi bisa juga tidak dihargai dan ditolak oleh sesama orang mudanya sendiri. Inilah resiko sebuah pelayanan.

Mari kita menengadah kepala kita dan menatap fokus ke salib Yesus. Seorang  pelayan muda dari Kampung Nazareth. Hdupnya sebagai orang muda dan matinya juga sebagai orang muda (Christus vivit). Kristus tak pernah tua untuk orang muda.

Yesus menjadi Penyelamat Muda. Bagaimana Dia Mati dibunuh, digantung di atas salib sebagai seorang Penyelamat Muda. Kisah Yesus Muda ini,menjadi bukti bagi semua manusia di dunia, bukti bagi semua OMK di dunia. Yesus menyelamatkan  manusia di dunia ini JUSTRU SEBAGAI YESUS MUDA. Inilah Kekuatan terbesar yang menjadi dasar bagi kita semua untuk siap melayani dengan bahagia. Aku pun siap mati dan hidup bersama Orang Muda.

[Salam dari pastormu. P. Gebby Maing MSF, ketua KOMKEP Keuskupan Banjarmasin. Banjarbaru, dibawah pohon Mangga.]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here