Hidup ini laksana roda pedati. Roda itu terus berputar, menggelinding, meniti pematang kehidupan. Demikianlah, kehidupan kita senantiasa bergerak dan berputar, kadang berada di atas, kadang di bawah. Ada kalanya bahagia, ada kalahnya sedih. Suatu saat kita meraih sukses, suatu saat kita terjungkal gagal.

Sejatinya hidup ini berwarna dan sarat dinamika; naik turun mengikuti jalan masing-masing. Namun ada saja kejutan dalam hidup entah yang membahagiakan maupun yang menyedihkan. Semua terpulang pada diri sendiri untuk memaknai dan mengambil langkah yang baik demi melanjutkan perjalanan ini.

Hidup memang tidak sempurna bagi siapapun. Namun ketidaksempurnaan itu bukan menjadi alasan untuk tidak bahagia. Siapapun berhak untuk bahagia.

Lantas bagaimana kita menyikapi dinamika kehidupan ini?

Buku “Saat Hati Berbicara” menawarkan motivasi bagi siapa pun agar tidak terpuruk dalam kesulitan, persoalan atau penderitaan; bahwa ada kekuatan dari dalam, ada sesuatu yang berharga dalam diri setiap orang dan bahwa ada berkat yang dimiliki.

Buku ini ditulis oleh seorang Imam Misionaris Keluarga Kudus, P. Yoseph Pati Mudaj, MSF yang menyadari bahwa hidup ini sangat berharga. Sayang sekali jika dilewatkan begitu saja, sementara ada banyak pelajaran yang bisa dipetik.

Penulis mengajak pembaca untuk merefleksikan hidup dan merenungkan diri dalam relasi dengan orang lain. Di sana ada cinta, kesetiaan, persahabatan, pengampunan, doa dan syukur.

Oleh karena itu, biarkanlah hati terus berbicara. Hati berbicara sebab ia ingin hidup menjadi lebih bermakna, relasi menjadi hangat, ada rasa saling percaya, ada cinta di balik duka.

Sebab, tidak ada sakit yang tidak bisa disembuhkan, tidak ada salah yang tidak bisa diperbaiki, tidak ada dendam yang tidak bisa dimaafkan, bagi sebuah hati yang dipahami dan dimengerti.

Untuk mendapatkan buku ini bisa inbox kami di FB Tarsy Asmat atau Joseph Mudajmsf. 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here