Ada satu pepatah dalam bahasa Tagalog yang bunyinya demikian; “kung may gusto maraming paraan, kung ayaw maraming dahilan” yang artinya kira-kira demikian; “kalau menyenangkan diri sendiri banyak jalan untuk mencapainya, tetapi kalau tidak, maka banyak alasan untuk menolaknya”.

Kalau untuk senang-senang, kumpul dan maka-makan tidak akan ada alasan sibuk. Tetapi kalau rapat membicarakan program, urusan doa, pendalaman iman banyak sekali alasan kesibukan hanya sekedar untuk menolak hadir.

Di sisi lain, banyak orang tua juga yang menginginkan anaknya lebih baik fokus dengan studi dan kuliah atau kerja daripada melayani Tuhan dan Gereja. Urusan dengan Tuhan dan Gereja cukup pada hari Minggu saja saat Misa (walau sering juga tidak ke mengikuti misa pada hari Minggu).

OMK Filipina, Paroki Christ The King yang dilayani oleh Imam MSF Kalimantan

Dalam pengalaman perjumpaan dengan Orang Muda Katolik (OMK) Filipina khususnya di Keuskupan Novaliches dan beberapa dari Keuskupan lain, rata-rata anggota OMKnya adalah pekerja dan pelajar serta mahasiswa.

Kesibukan studi tidak menjadi alasan yang menghalangi mereka untuk terlibat aktif melayani Tuhan dan Gereja. Demikian juga kesibukan pelayanan dalam Gereja tidak juga menjadi alasan untuk tidak sukses atau terlambat menyelesaikan studi dan pekerjaan mereka.

Mereka tunjukan bahwa sebagai seorang pelayan sejati dalam hal ini OMK, harus sukses dalam pelayanan di dalam Gereja juga di dalam studi dan pekerjaan. Bahkan bagi mereka yang sudah bekerja, kehilangan pekerjaan masih bisa dicari, namun kehilangan pelayanan bagi Tuhan dan Gereja adalah sebuah petaka dalam pekerjaan.

Maka kadang mereka tak segan meminta ijin dari pekerjaan mereka walau banyak dengan resiko dipecat hanya untuk melayani Tuhan, umat dan Gereja. Karena bagi mereka, kesuksesan yang didapat dalam studi dan pekerjaan tidak terlepas dari berkat Tuhan yang mereka terima dalam pelayanan mereka di Gereja.

Salah satu contohnya adalah kedua anggota OMK ini. Hampir setiap hari waktu mereka diberikan untuk Gereja. Namun mereka juga tetap fokus dengan studi mereka. Yang cewek sebelum berangkat ke National Youth Day (NYD), sore harinya masih sempat mengikuti wisuda kelulusannya. Dan yang cowok, hari terakhir penutupan (NYD), ia lebih dulu pulang untuk menghadiri wisudanya pada hari Sabtu.

Dari pengalaman sederhana ini, jelas bahwa alasan kesibukan studi ataupun pekerjaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk tidak melayani Tuhan dan Gereja. Ini baru OMK militan, cerdas dan kebanggaan Gereja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here