RENUNGAN MINGGU PASKAH II, 28 April 2019
Bacaan Kis 5:12-16/ Why 1:9-13, 17-19/Yoh 20:19-31

Semua umat manusia membutuhkan belas kasih dan kerahiman. Di mana ada dendam dan perkelahian, di situ kita membutuhkan kasih dan damai. Di mana ada ada pembunuhan dan peperangan, di situ kita membutuhkan belas kasih dan kerahiman. Di mana ada pelanggaran martabat manusia, di situ kita membutuhkan kasih dan pengampunan.

Gereja menjadikan hari Minggu Paskah II sebagai Hari Minggu Kerahiman Ilahi. Kita diajak untuk merenungkan kerahiman dan belas kasih Allah bagi kita yang hidup dalam situasi dosa, ketakutan dan kejahatan. Allah sungguh mengasihi manusia. Seberapa besarnya dosa manusia, tidak diperhitungkan Allah. Seberapa jahatnya tingkah laku manusia, tidak menghentikan kerahiman dan belas kasih Allah. Kerahiman dan belas kasih Allah jauh lebih besar dan mulia daripada dosa dan kejahatan manusia. Kerahiman Allah itu nyata dalamm diri Yesus yang mengorbankan diri demi keselamatan Manusia.

Dalam bacaan injil, Yesus hadir dan menampakkan diri-Nya kepada para Rasul. Ia menunjukkan bekas paku pada kedua tangan dan lambung-Nya. Dari bekas paku itulah mengalirlah kasih dan kerahiman Allah bagi keselamatan umat Manusia. Ia menghadirkan damai sejahtera dan menghembuskan Roh Kudus kepada para Rasul yang sedang berkumpul dengan pintu-pintu terkunci karena ketakutan dan kebimbangan.

Situasi serupa kurang lebih dialami oleh jemaat yang dikisahkan dalam bacaan kedua. Mereka mengalami kesusahan dan penderitaan. Iman, harapan dan kasih mereka semakin kendor. Perhatian mereka tidak lagi pada Tuhan tetapi pada hal-hal duniawi. Situasi ini akan membawa jemaat pada kehancuran. Namun Anak Manusia datang dan menguatkan mereka, ‘Jangan takut. Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Aku adalah Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.’ Anak Manusia yang adalah Kristus sendiri hadir memberikan peneguhan, harapan dan jaminan keselamatan bagi mereka. Itulah belas kasih Allah yang berlimpah dalam dan melalui Yesus Kristus.

Kerahiman dan belas kasih Allah yang tercurah melalui Yesus Kristus membangkitkan iman, harapan dan kasih para murid. Dalam bacaan pertama dikisahkan bahwa para rasul mampu mengadakan banyak tanda dan mukjizat. Mereka sangat dihormati karena karya agung yang mereka lakukan. Hal ini mau menjukkan bahwa kuasa Kristus yang bangkit memampukan para murid untuk melanjutkan pewartaan Yesus. Kasih Kristus menyemangati para rasul agar tidak putus asa dan kehilangan harapan, namun terus berjuang.

Warta gembira yang mau disampaikan kepada kita pada Minggu Kerahiman Ilahi ini adalah bahwa Tuhan menghendaki kita mengalami damai sejahtera dan belas kasih Allah. Allah membantu dan menguatkan kita dari kesulitan, kesusahan dan penderitaan, sebab Allah itu maha pengasih dan penyayang.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here