Anggapan Orang Muda sebagai masa depan seringkali disalah tafsir, sehingga pendampingan terhadap mereka tidak dijadikan prioritas. Banyak gagasan dan wacana di tingkat komkep KWI, Keuskupan dan Paroki terhadap pastoral kaum muda, tetapi seringkali kurang terealisasi. Sehingga pastoral kaum muda terkesan “angin berlalu” dan tidak tersistematis dan berkelanjutan. Padahal orang mudalah garda terdepan perubahan sosial dan Gereja.  

Terkait dengan itu, kepada Musafir Pastor Teddy Aer, MSF menjelaskan persoalan, strategi pendampingan, pendampingan rohani, Pastoral MSF kepada OMK Millenial.

Persoalan OMK Millenial

Persoalan paling mendasar adalah persoalan klasik, yaitu OMK, lebih-lebih yang masih berusia remaja, mereka bergulat mencari identitas diri. Mereka mulai membangun jati diri untuk menjadi diri sendiri di masa depan. Proses itu terkadang tidak mudah karena kadang ada banyak ketegangan/konflik yang mereka alami ketika mereka hendak memulai membangun diri dan kehidupan mereka sendiri.

Seiring dengan berbagai kemajuan ilmu dan teknologi, jamak terjadi orang muda sekarang seperti terpacu untuk menjadi “lebih cepat dewasa”. Mereka mengalami berbagai perkembangan yang terkadang melampaui kemampuan mereka untuk mencerna dan menginternalisasinya. Misalnya,  jamak terjadi anak remaja menonton video porno, bahkan ada yang menjadi pelaku pembuat video porno. Kondisi itu menimbulkan konflik yang serius antara mereka dengan orang di sekitar mereka, terlebih dengan orang tua/keluarga.

Disisi yang lain, terkadang berbagai kemajuan jaman sekarang MENUNTUT LEBIH dari orang muda jaman sekarang. Orang muda seolah dipaksa harus bisa berbagai hal, sehingga terkadang mereka kehilangan berbagai hal penting dalam kehidupan mereka sebagai orang muda. Misalnya, orang muda harus segera bekerja pasa usia mudanya. Kesibukan pada periode kerjanya menghilangkan kesempatan bagi dia untuk bersama keluarganya.

Strategi Pendampingan

Pendapingan OMK Milenial saya kira bisa melalui empat tipe kehadiran faktor berikut: Pertama, kehadiran YOUTH MINISTER, yaitu kehadiran pendamping orang muda yang ditunjuk secara resmi oleh paroki (mempunyai SK).

Kedua, kehadiran YOUTH TEAM, yaitu pendampingan orang muda tidak bisa tunggal. Selalu diperlukan tim pendamping yang membantu YOUTH MINISTER untuk melaksanakan tugasnya. Orang muda itu selalu dinamis dan berubah. Oleh karena itu pendampingan harus dilakukan oleh beberapa orang (tim) yang dikoordinir oleh Youth Minister.

Ketiga, kehadiran YOUTH CENTER (sekretariat/ruang OMK). Salah satu unsur penting dalam proses pendampingan OMK adalah keberanian untuk MEMPERCAYAI mereka. Kepercayaan yang kita berikan akan semakin memperkembangkan kepribadian dan kemandirian mereka. Adanya sekretariat atau ruang yang dipercayakan kepada orang muda akan menjadi dukungan yang sangat signifikan bagi perkembangan hidup mereka

Keempat, kehadiran YOUTH SUPPORT. Yang dimaksud dgn YOUTH SUPPORT adalah orang-orang yang sudah lebih dewasa atau lebih mapan tetapi mereka mempunyai hati dan pengalaman untuk orang muda. Mereka tidak mempunyai SK. Tetapi dengan sepengetahuan YOUTH MINISTER mereka selalu mau terlibat dalam segala aktivitas orang muda di paroki/stasi,

Pendampingan Rohani

P. Cosmas Tukan MSF memimpin ekaristi bersama P. Andy Hasty MSF pada Temu orang Muda Katolik Unio MSF Ampah Tahun 2018

Dalam perkembangan hidupnya orang muda akan selalu mencari figur yang dapat menjadi panutan bagi mereka. Maka jangan heran kalau orang muda selalu mempunyai idola bagi diri mereka.

Oleh karena itu cara paling baik untuk membimbing orang muda dapat bertemu dengan Allah adalah dengan memberikan TELADAN perjumpaan dengan Allah. Para pendamping dan figur-figur utama dalam hidup orang muda HARUSLAH orang-orang yang DIKETAHUI OLEH ORANG MUDA sebagai orang-orang yang berjumpa dengan Allah dalam hidupnya. Dengan cara itu orang muda akan mencontoh dan mengikuti teladan mereka; apalagi jika orang muda sampai mengidolakan mereka.

MSF dan OMK

Dalam Direktorium Provinsi MSF Kalimantan nomor 004 dikatakan bahwa karya pastoral kepemudaan  dimaksudkan untuk mendukung ketiga bentuk kerasulan khas MSF. Karya pastoral kepemudaan itu terbagi menjadi 3, yaitu : 1) Karya pendampingan OMK AWAL, yakni usia SMP-SMA. 2) Karya pendampingan OMK LANJUTAN, yakni yang telah kuliah sampai dengan bekerja, tetapi belum menikah. 3) Karya pendampingan OMK BERMASALAH, yakni semua OMK yang mempunyai persoalan dalam hidup mereka.

Ketiga bentuk karya pendampingan itu harus kita arahkan untuk bermuara pada kerasulan misi, panggilan dan keluarga. Direktorium Provinsi kita telah merinci pula bentuk-bentuk kongkrit dari ketiga kerasulan khas MSF itu (no. 006, 0016, 0021, 0024)

Dalam Sinode Orang Muda yang digagas oleh Paus Fransiskus, Oktober 2018, sangat ditekankan bahwa paroki adalah BASIS PENDAMPINGAN ORANG MUDA untuk masa depan Gereja dan Dunia. Sinode itu adalah sinode orang muda yang pertama di tingkat Gereja Universal dalam sejarah Gereja.

Untuk mewujudkan ide ini Paus dan keputusan Sinode saya berpendapat bagi pendampingan OMK Borneo kita dapat mengupayakan KATEKESE KEHADIRAN dengan 4 elemen kehadiran dalam pendampingan OMK di Borneo.

P. Paulus Fay MSF bersama OMK Spartan (St. Theresia Prapatan) di Terangkasa Keuskupan Agung Samarinda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here