Renungan Rabu, 03 April 2019.

Jika anda bertanya kepada sekelompok orang dengan rupa pertanyaan demikian ”Manakah orang yang selama hidupnya menunjukkan cinta dan perhatian yang besar?

”Sebagian besar orang akan menjawab bahwa itu adalah ibu. Mereka dengan antusias dan detail menceritakan sosok ibu; Bagaimana mereka dicintai sejak dalam kandungan dan dirawat dengan penuh kasih sayang.

Pikiran mereka mungkin kembali ke masa-masa ketika mereka kesakitan atau sedih, kapan mereka dihibur oleh ibu. Orang juga ingat persis bagaimana ibu selalu menginginkan yang terbaik untuk masa depan mereka.

Kita diingatkan hari ini bahwa di samping sosok ibu jasmani yang mencintai kita, Allah jauh lebih mencintai kita. Nabi Yesaya dalam bacaan pertama berkata, “ dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakan, Aku tidak akan melupakan engkau ( Yes 49:15).

Yesaya berbicara kepada mereka yang berada di pengasingan dengan penuh keyakinan bahwa Allah akn membawa mereka ke Tanah Perjanjian dan akan menyediakan jalan bagi mereka untuk pulang. Allah akan selalu merawat orang-orang terpilih lebih dari seorang ibu yang merawat anak dalam kandungannya.

Puncak dari kebaikan Allah adalah ketika dia memberi Yesus, Putra-Nya terkasih kepada kita. Itulah mengapa dalam Injil bebicara mengenai kedekatan yang terjalin antara Bapa dan Putra. Prihal kedatangan Yesus memang banyak disangkal oleh para pemimpin agama Yahudi.

Para pemimpin agama tidak menerima kenyataan bahwa Yesus menempatkan diri-Nya pada tingkat yang sama dengan Allah karena itu mereka menganggap Dia sesat dan harus disingkirkan.

Akan tetapi Yesus memperluas hubungan-Nya dengan Bapa dengan mengatakan bahwa Dia benar-benar selaras dengan kehendak Bapa-Nya yakni membawa kehidupan kekal bagi semua orang.

Ada harapan di balik kedatangan Yesus. Yang saya rasakan bahwa Allah menginginkan yang terbaik untuk kita. Barangkali peristiwa dan keadaan dalam hidup kita tampak buruk dan berantakan, Allah masih Bersama kita dan akan membawa kita pulang. Itulah harapan yang kita pegang. Harapan inilah yang dibawa Yesaya bagi mereka di pengasingan.

Saya mengajak kita untuk terbiasa dengan pesan ini. Beberapa orang yang saya kenal sedang melewati masa-masa sulit. Tampaknya ini dalah hari-hari tergelap dalam hidup mereka. Sakit jantung dan harus dioperasi dengan kondisi ekonomi yang serba sulit. Suami yang baru saja menerima kenyataan istrinya jatuh stroke.

Seorang ibu ditinggal pergi oleh suaminya dan harus gelisah seraya bertanya-tanya , bagaimana saya menyiapkan kematian nanti. Berbicara dari sudut manusiawi, saya tidak tahu persis jalan dan proses yang akan mereka lalui. Apa yang bisa saya katakana kepada mereka? Saya perlu meyakinkan mereka tentang HARAPAN.

Saya terus berusaha dan mendorong mereka untuk tetap focus pada Tuhan Yesus dan pesan-Nya.

Yesus hadir dan berjanji untuk membawa kehidupan bagi mereka yang tampaknya tidak bernyawa dalam mengurus hidupnya.
Inilah pesan yang perlu kita semua dengar terutama jika kita sedang melewati fase hidup yang tampaknya sekarat.

Allah menawarkan kita harapan dan kehidupan. Inilah adalah pesan yang tidak kita kemas untuk diri sendiri tetapi dibagi untuk mereka yang mengalami situasi sulit, apakah itu penyakit, sedang pembedahan, kehilangan lapangan pekerjaan, orang yang mengalami tuduhan palsu, masalah relasi dengan kerabat dan masalah keuangan.
Ingat, tidak peduli apa yang tampaknya membebani kita.

Tuhan menawarkan kita harapan dan janji Dia akan membawa kita pulang. Yang kita perlu kerjakan sekarang adalah berbalik lebih penuh kepada Allah yang sudah memanggil kita dan memanggil nama TUHAN YESUS dalam kebenaran. Kita harus mengakui jika kita terlampau terpleset jauh karena dosa, mari kita nyatakan keinginan untuk kembali ke pelukan Tuhan. Berserulah dengan nama-Nya.

Bagaimana saya bisa meyakinkan orang lain dengan harapan mereka dicintai oleh Allah lebih dari pada kasih ayah dan ibu kepada anak-anaknya?

Semoga anda selalu sadar akan kasih yang luar biasa dari Allah untuk anda!

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here