Renungan Harian, Selasa 9 April 2019. Bac I Kitab Bilangan (21:4-9) dan Injil Yohanes 8:21-30)

Hidup dalam Yesus merupakan salib dan semangat orang Kristiani. Kita hidup dan mati demi dan oleh Yesus Kristus Tuhan kita.

Kerap kali salib ini tidak mendatangkan kebahagian manusiawi bagi yang memikulnya. Karena salib, kamu bisa kehilangan pangkat dan jabatan, karena salib, kamu kalau mati dilarang dikuburkan di tempat umum. Bahkan karena salib, kamu malu, dikatain, dipersulit bahkan dihina.

Tetapi ada juga yang begini: ada yang bertato salib di tubuhnya, tetapi justru tidak menghayati salibnya. Ada yang rumahnya memasang salib, tapi tidak memandang salib kalau sudah dilanda masalah. Ada yang kemana-mana menggantungkan salib persis di dadanya, tetapi ia selalu lupa salib itu kalau terkena tantangan dan ancaman.  Bagaimana dengan salibmu?

Godaan Salib

Bacaan suci hari ini memberikan beberapa pesan bernas bagi kita tentang misteri salib. Bacaan I menyodorkan beberapa poin penting yaitu:

  • Orang Israel melawan Allah di tengah padang gurun, ketika mereka tidak ada makanan dan air.
  • Orang yang melawan Allah mati binasa digigit ular tedung. Mereka binasa atas rencana Allah.
  • Mereka diselamatkan oleh Allah. Allah menyuruh musa untuk membuat patung ular dan barang siapa yang melihat ular itu, tidak akan mati walaupun digigit tedung.

Apa pesannya bagi kita? Kerap kali kita tidak kuat menghadapi persoalan hidup, khususnya hidup ekonomi. Dalam situasi sulit ekonomi atau sulit kebutuhan hidup (roti dan air) kita mudah digoda. Godaan itu misalnya godaan untuk meninggalkan iman dan godaan melawan iman.

Kedua, hidup yang berorientasi harta duniawi akan binasa. Seperti mereka yang digigit ular tedung.

Ketiga, Allah maha rahim. Ia menghakimi kesalahan orang sekaligus murah hati dan maha pengampunan. Tantangan dan godaan bukan mematikan iman kita, tetapi semestinya menghidupkan iman kita pada Kristus.

Keselamatan terus Bekerja

Meskipun manusia lupa dan mengingkari kasih Allah. Tawaran keselamatan itu tak pernah berhenti. Rahmat terus mengalir, kasih terus mencari dan mendatangi kita.  Kita temukan itu dalam bacaan injil hari ini. Dalam injil hari ini ada beberapa poin penting yang menginspirasi dan menguatkan kita:

  • Keselamatan selalu datang dari Allah. Allah yang berinisiatif menyelamatkan manusia. Ia menciptakan kita untuk dirinya.
  • Allah menyelamatkan manusia melalui kurban dan penderitaan Yesus di kayu salib.
  • Respon manusia ialah iman (percaya) mendengarkan sabda Tuhan. Mendengarkan dan mengikuti Yesus berarti hidup tetapi mereka yang hidup dalam dosa, mati binasa.

Apa pesannya bagi kita? Pesannya bagi kita ialah kemurahan hati Allah tak terbatas. Darinyalah berasal keselamatan dan kehidupan kekal.

Meskipun demikian, keselamatan itu terjadi jika manusia percaya pada Yesus. Percaya berarti mengikuti dan menghayati sabda Tuhan. Menghayati sabda Tuhan itu adalah salib.

Mengapa salib? Menghayati sabda Tuhan berarti melakukan dan memperjuangkan kebaikan dan kebenaran.  Ini tidak gampang.  Kita lebih mudah kompromi pada kejahatan, apalagi menguntungkan.  Kita lebih memilih bungkam daripada bersuara melawan ketidakadilan!

Tetapi salib, Salib adalah hidup yang berkorban demi orang lain dan banyak orang. Salib bukan soal penderitaan perut atau jasmani semata, tetapi salib merupakan beban dan tanggungjawab serta konsekuensi bila kita membantu, membela, dan memperjuangkan kebenaran, kebaikan dan iman kita dalam hidup ini. “berbahagialah kamu, jika karna namaKu kamu dianiaya! Sebab kamu akan bersukacita bersama Aku!”

Selain itu, makna ular yang ditinggikan oleh musa dan menyembuhkan mereka yang binasa, pertama-tama ingin membandingkan dengan ular di taman eden yang menggoda manusia jatuh ke dalam dosa.

Ular di taman Eden membinasakan manusia dan ular yang ditinggikan musa menyelamatkan kebinasaan. Adam sebagai pangkal dosa manusia, tetapi Yesus adalah pangkal Keselamatan. Inilah cara Kitab Suci untuk menyadarkan kita bahwa keselamatan kekal kita memuncak pada Yesus Kristus.

Gambaran ular ini semakin memperjelas tentang penyaliban Yesus. Salib Yesus menyelamatkan manusia dari kebinasaan.

Maka Kita diajak memandang salib keselamatan! Memandang salib berarti membiarkan diri kita dicurahi rahmat Allah. Memandang salib berarti memandang sebuah pengorbanan. Memandang salib berarti juga memandang cinta yang dahsiat yaitu cinta Allah kepada kita.

Bagaimana dengan salib kita?  Apakah kita menemukan salib ketika dililit masalah dan dirundung duka?  Apakah salib masih kuat jika kita karenanya harus kehilangan pekerjaan, jabatan dan pangkat? Apakah karena salib, kita malu dan takut?  Oh salib!

“Jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia, kamu akan mati di dalam dosa!” (Yoh 8:24)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here